Tentang Kami

Mimi institute

Mainstreaming disability for better life
Lembaga konsultasi, pelatihan dan publikasi

Maksud
Mengarusutamakan dan membiasakan kecacatan/ disability ke tengah masyarakat untuk kehidupan yang lebih baik

Tujuan
-   Mengupayakan setiap individu dengan kecacatan memperoleh akses untuk mendapatkan hak dan menjalankan kewajibannya sebagai anggota keluarga, warga sekolah/kampus dan masyarakat;
-   Mengupayakan bentuk-bentuk layanan pendukung dan sumber-sumber informasi serta jejaring kerja sama  bagi pembangunan masyarakat inklusi yang paham dan peka  terhadap kecacatan.

Program:
1.      mengembangkan sumber daya manusia yang paham dan peka terhadap disabilitas melalui pelatihan, seminar, workshop, kursus; 
2.      mengupayakan kegiatan layanan pendukung yang memberikan kemudahan setiap individu dengan kecacatan mendapatkan hak belajar dan hak bekerja melalui konsultasi, pembangunan sistem, modifikasi strategi manajemen, penyediaan guru remidial / guru khusus, dll;
3.      menyelenggarakan kegiatan publikasi cetak dan elektronik melalui penerbitan buku, majalah, dll dan pengembangan program radio, TV, website, dll;
4.      melakukan kegiatan konseling untuk membantu mereka yang membutuhkan informasi dan alternatif solusi bagi  mereka yang sedang menghadapi permasalahan kecacatan baik di lingkungan keluarga, sekolah/kampus, masyarakat, tempat kerja, dll;
5.      melaksanakan  kegiatan kerja sama dengan pihak/organisasi  lain yang mempunyai visi dan tujuan yang sama.

 

Intensive course 80 jam

23/02/2010 - 13:00
04/05/2010 - 17:00
Etc/GMT+7







INTENSIVE COURSE

Special Educational Teacher / Shadow Teacher

 

Inklusi ilusi? Realita diperkirakan 10-15% dari jumlah siswa di sekolah adalah siswa berkebutuhan khusus. Orangtua anak berkebutuhan khusus pontang-panting mencarikan sekolah bagi pemenuhan hak anaknya dalam belajar dan bermain.

Sekolah dengan pendekatan pendidikan inklusi, apakah jawabannya? Sekolah terbuka dan ramah dicari dan diharapkan oleh orangtua; pembelajaran yang aktif,kreatif,efektif dan menyenangkan menjadi tanggung jawab guru. Konsep pendidikan inklusi yang terbuka, ramah dan menyenangkan, membuat siswa aktif serta proses pembelajaran yang kreatif dan efektif tidak akan menjadi ilusi bila tersedia guru pembimbing khusus sebagai mitra kerja guru wali kelas/bidang studi dan orang tua.

 

Tujuan

-          meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap guru dan orangtua dalam penanganan pendidikan anak berkebutuhan khusus di sekolah dan di rumah.

-          Memantapkan profesi guru pembimbing khusus dalam penyelenggaraan sekolah inklusi.

-          Memperkuat kerja sama guru pembimbing khusus dan guru wali kelas / bidang studi dalam pembelajaran anak berkebutuhan khusus di kelas.

 

Sesi

Hari/Tanggal

Waktu

Materi

Pembicara

Lembaga

I

Selasa,23 Februari 2010

 

13.00 – 17.00

 

Apakah pendidikan inklusi hanya ilusi?

Dra. Mimi M. Lusli, M.Si, MA

 

Mimi Institute

II

Selasa, 2 Maret 2010

 

13.00 – 15.00

 

 

15.00 –17.00

Disabilitas: pendekatan medis dan sosial.

 

Tinjauan pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

Dra.Mimi M. Lusli, M.Si, MA

 

Frieda Manungsong, Phd

Mimi Institute

 

 

Fak. Psikologi UI

III

Kamis, 4 Maret 2010

 

13.00 – 15.00

 

 

 

15.00-17.00

Kompetensi yang perlu dimiliki Guru Pembimbing Khusus

 

Tugas dan kesetaraan peran dengan guru wali kelas/bidang studi.

 

Dra.Mimi M. Lusli, M.Si, MA

 

 

Dewi Trihandayani,M.Psi

Mimi Institute

 

 

 

Fak.Psikologi UHAMKA

IV

Selasa,9 Maret 2010

13.00 – 15.00

 

 

 

15.00-17.00

Strategi komunikasi dan kerja sama di sekolah inklusi

 

Kekuatan konseling dalam penanganan anak berkebutuhan khusus

Dra.Mimi M.Lusli,M.Si,M.A

 

 

N. Bimantoro Elifas,M.Div

Mimi Institute

 

 

 

Life Spring

V

Kamis,11 Maret 2010

 

13.00 – 17.00

Anak dengan tuna grahita bukan harga mati

Astrid Louisa, S.Psi

Mimi Institute

V I

Kamis,18 Maret 2010

13.00 – 17.00

Anak dengan Slow learner  tidak harus di SLB

Penny Handayani,Psi

Fak.Psikologi UNIKA Atmajaya

VII

Selasa,23 Maret 2010

 

13.00 – 15.00

 

 

 

15.00 – 17.00

 

 

Tinjauan Medis Anak dengan Kesulitan Belajar Spesifik

 

Tinjauan psikologi anak dengan kebutuhan belajar spesifik

dr. Dwijo Saputro, Sp.KJ

 

 

Dewi Trihandayani, M.Psi

Smart Kid

 

 

 

Fak.Psikologi UHAMKA

VIII

Kamis,25 Maret 2010

13.00 – 17.00

Reading Disorder(disleksia)  dan Penanganannya

Dewi Trihandayani, M.Psi

Fak.Psikologi UHAMKA

IX

Selasa, 30 Maret 2010

 

13.00 – 17.00

Apa dan Bagaimana Written Expression(disgrafia) ?

Dewi Trihandayani, M.Psi

Fak.Psikologi UHAMKA

X

Selasa, 6 April 2010

 

13.00 – 17.00

Mathematic Disorder(diskalkulia) dan cara Pembelajarannya.

Dewi Trihandayani, M.Psi

Fak.Psikologi UHAMKA

XI

Kamis, 8 April 2010

13.00-15.00

 

 

15.00-17.00

Tinjauan media anak dengan ADHD

 

Tinjauan psikologis anak dengan ADHD

dr. Dwijo Saputro, Sp.KJ

 

Athalia Sunaryo, M.Psi

Smart Kid

 

 

Life Spring

XII

Selasa,13 April 2010

13.00 – 17.00

Anak dengan ADHD: siapa mereka dan apa pengaruhnya dalam kegiatan pembelajaran

Athalia Sunaryo, M.Psi

Life Spring

XIII

Kamis, 15 April 2010

 

13.00 – 17.00

Tata Laksana Kependidikan anak dengan ADHD

Athalia Sunaryo, M.Psi

Life Spring

XIV

Selasa, 20 April 2010

 

13.00 – 15.00

 

 

15.00 – 17.00

Tinjauan Medis Penyebab Terjadinya Autisme

 

Gambaran anak dengan Autisme

dr. Dwijo Saputro, Sp.KJ

 

Dewi Trihandayani, M.Psi

Smart Kid

 

 

Fak.Psikologi UHAMKA

XV

Kamis,22 April 2010

13.00 – 17.00

Penanganan Perilaku dan Emosi anak dengan Autisme

Dewi Trihandayani, M.Psi

Fak.Psikologi UHAMKA

XVI

Selasa, 27 April 2010

13.00 – 17.00

Membantu anak dengan autisme  belajar

Athalia Sunaryo, M.Psi

Life Spring

XVII

Kamis, 29 April 2010

13.00-17.00

Cara praktis penanganan belajar anak dengan Emotional Disorder

Penny Handayani,Psi

Fak.Psikologi UNIKA Atmajaya

XVIII

Selasa, 4 Mei 2010

13.00 – 17.00

Kendala dan solusi penanganan anak berkebutuhan khusus di sekolah reguler

Dra.Mimi M. Lusli, M.Si, MA

Mimi Institute

 

XIX

Kamis, 6 Mei 2010

13.00 – 17.00

Modifikasi KBM dalam kelas inklusi

Dra.Mimi M. Lusli, M.Si, MA

Mimi Institute

 

XX

Selasa, 11 Mei 2010

13.00-17.00

Menata lingkungan kelas inklusif

Dra.Mimi M. Lusli, M.Si, MA

Mimi Institute

 

                                   

Siapa yang seharusnya mengikuti kursus ini?

-         shadow teacher/aid teacher/itinerant teacher/ guru pembimbing khusus

-         orang tua

-         pengasuh

-         guru kelas/guru bidang studi

-         praktisi dan pemerhati pendidikan

-         terapis

-         mahasiswa

 

Pendaftaran:

-          per sesi:

a.       Sesi :Apakah pendidikan hanya ilusi ?

biaya : Rp.100 000,-

b.   Sesi : Disabilitas: pendekatan medis dan sosial

          Tinjauan pendidikan anak berkebutuhan khusus

Biaya : Rp. 100 000,-

c.       Sesi :  Kompetensi yang perlu dimiliki Guru Pembimbing Khusus

           Tugas dan kesetaraan peran dengan guru wali kelas/bidang studi

 Biaya : Rp. 100 000,-

d.      Sesi : Strategi Komunikasi dan kerja sama sekolah inklusi

         Kekuatan konseling dalam penanganan anak berkebutuhan khusus

Biaya : Rp.100 000,-

e.       Sesi :  Anak dengan Tuna Grahita

Biaya: Rp.100 000,-

f.        Sesi : Anak dengan Slow Learner

Biaya : Rp. 100 000

g.       Sesi : Anak dengan Kesulitan Belajar

Biaya : Rp. 400 000,-

h.       Sesi : Anak dengan ADHD

Biaya : Rp.300 000,-

i.         Sesi : Anak dengan Autisme

Biaya: Rp.300 000,-

j.        Sesi : Anak dengan Emotional Disorder

Biaya : Rp.100 000,-

k.      Sesi : Kendala dan solusi penanganan anak berkebutuhan khusus di sekolah

Biaya : Rp.100 000,-

l.         Sesi : Modifikasi Kegiatan Belajar Mengajar dalam kelas Inklusi

Biaya : Rp.100 000,-

m.     Sesi : Menata Lingkungan Kelas Inklusi

Biaya : Rp.100 000,-

 

-          per paket :

a.       Early bird(s/d tgl.15 Januari 2009):Rp.1 500 000,-

b.      Normal (mulai tgl 16 Januari 2009): Rp.1800 000,-

untuk pendaftaran kelompok (min.3 orang) mendapatkan potongan 10%

 

Tempat :

Apartemen Mediterania Garden Residences I | Tower Dahlia, Unit D/01-07 lantai 1

Jl. Tanjung Duren Raya Kav.5-9 |Grogol, Jakarta Barat

 

Untuk informasi dan pendaftaran dapat menghubungi 021-30047780/ 021-33932211/ 0815. 462. 864.52 dengan Astrid atau via email ke info@mimiinstitute.com.

 

 

Harta yang Langgeng

Pernahkah anda membaca atau mendengarkan kisah seorang lelaki setengah baya bosan hidup?

Begini alkisahnya, ada seorang lelaki setengah baya sukses dalam usahanya, punya keluarga yang harmonis, berkelimpahan rejeki dan hidup tak pernah kekurangan. Ia suka beramal, bahkan menjadi orangtua asuh dari beberapa anak jalanan. Sempurna bukan? 

Rutinitas pekerjaan  kantor dikerjakannya layaknya roda yang terus berputar; bertemu mitra bisnis, memimpin rapat hingga mengerjakan urusan surat-menyurat laporan keuangan. Begitu juga di rumah. Pagi-pagi sekali, ia berangkat dari rumah, mengantarkan anak-anaknya ke sekolah lalu menuju kantor. Setengah jam sebelum makan malam, ia sudah di rumah, istri dan anak-anaknya sudah menunggu di ruang makan. Harmonis bukan?

Apa lagi yang dicari oleh lelaki setengah baya itu? Semuanya ada dihadapannya, tapi mengapa ia selalu dan sering mengeluhkan hidupnya? Ia merasa lelah dan hari-hari yang dilewatinya sangat  membosankan. Ia jenuh, apa yang dimiliki tak bisa dinikmatinya.
Ingin rasanya ia menghentikan perputaran roda kehidupan ini, “kematian” gumam lelaki setengah baya itu, “keluargaku tak akan kekurangan hidupnya, aku sudah menyiapkan harta untuk mereka, aku sudah bosan hidup, aku ingin mati saja”.

Untunglah akal sehatnya masih mengajak ia untuk berpikir. Ada keinginan bunuh diri untuk mengakhiri hidupnya, tapi ia takut dosa. Lalu ia pergi ke orang pintar untuk mendapatkan kematian. Kata orang pintar: “Kamu sakit”. Lelaki itu pun menjawab: “Tidak, aku tidak sakit,  aku bosan hidup, aku mau mati."

Orang pintar menggeleng-gelengkan kepalanya, dan berusaha menasehati lelaki itu. Sia-sia belaka, lelaki itu bersikeras  ingin mati. Diberinya dua buah tablet untuk diminum malam ini dan besok pagi. Setelah 24 jam meminum obat tersebut lelaki itu akan meninggal dunia sesuai harapannya.

Lelaki setengah baya merasa senang, ia pulang ke rumah dengan penuh gairah dan padat rencana. Ia ingin berbuat sesuatu yang berkesan bagi semua orang, karena itu ia akan melakukan apa yang tidak biasa ia lakukan.

Ia tersenyum dan menyapa istri dan anak-anaknya. Ia memasak untuk keluarganya. Ia membantu anak-anaknya mengerjakan tugas rumah dan menyiapkan buku-buku pelajarannya. Ia menemani istrinya membersihkan dapur dan ruang makan. Sebelum pergi tidur, ia mengajak keluarganya  untuk membaca kitab suci dan berdoa. Malam terakhir bersama istri dan anak-anak, “Aku ingin membahagiakan dan melayani mereka”.

Di kantor, ia memberikan salam kepada seluruh stafnya. Ia mengajak makan siang bersama. Ia menyapa para mitra kerjanya. Semuanya ini dilakukan karena ia berpikir “Hari ini adalah hari terakhirku, aku ingin membuat mereka senang”.

Dari hal-hal yang tidak biasa ia lakukan, pelan-pelan rasa bahagia menyelinap dalam hati lelaki itu, yang tanpa disadarinya menghilangkan sedikit demi sedikit rasa bosan dan jenuhnya. Lelaki setengah baya mulai menikmati rutinitas pekerjaannya yang dilakukan dengan penuh senyum, diiringi dengan sapaan dan diwarnai dengan kasih. Ia mensyukuri apa yang ada dihadapannya; ia menemukan senyum di ruang kerjanya; ia menemukan canda ria di rumahnya.

“Haruskah aku mati setelah apa yang kucari kudapatkan?”

Belajar dari alkisah lelaki setengah baya: ia menemukan kebahagiaan dalam waktu 1 hari; kebahagiaan ia dapatkan ketika ia melakukan hal/pekerjaan  yang tidak biasa ia lakukan. Harta duniawi dan hidup kedagingan yang dialaninya bertahun-tahun tidak abadi sifatnya, sebaliknya memunculkan rasa lelah dan bosan.

Hidup kita memang rutin dari bangun tidur hingga pergi tidur. Namun kita yang dikaruniai akal budi dan cinta kasih semestinya bisa mengisi rutinitas hidup dengan aneka goresan pinsil warna.

Tersenyum dan menyapa kepada orang di sekitar; berucap terima kasih kepada orang yang telah memberikan bantuan; meminta maaf untuk kesalahan yang telah dibuat; memberikan pujian dan penghargaan kepada mereka yang berupaya optimal mengerjakan sesuatu.

Inilah harta surgawi yang langgeng yang memandu semua pekerjaan rutinitas menjadi nyaman dan menyenangkan.

Carilah harta surgawi lebih dulu, maka harta duniawi akan ditambahkan seiring dengan doa “Tuhan, tambahkan iman, harapan dan kasih, Amin."

Jakarta, 17 Februari 2008

V.L. Mimi Mariani Lusli

 

Syndicate content